Jajanan tradisional atau yang sering juga disebut jajanan pasar adalah hidangan khas yang seringkali mencirikan asal dari di mana jajanan tersebut ditemukan. Disebut juga sebagai jajanan pasar karena makanan satu ini kerap ditemukan dijual di pasar-pasar tradisional. Jajanan ini juga merupakan kuliner dari resep yang diturunkan dari nenek moyang. Resep dari jajanan tradisional ini memang terbilang sederhana, namun keunikan itulah yang membuatnya banyak dicari. Kesan khas yang mendalam juga bisa didapatkan dari aneka jajanan tradisional ini. Jenis serta rasa dari jajanan tradisional terbilang beragam. Mulai dari yang manis hingga yang garing. Ada juga jajanan yang berbentuk minuman tradisional.

Di Indonesia terutama akan ditemukan sangat banyak jenis jajanan tradisional karena negara ini kaya akan budaya yang luar biasa. Bukan hanya budaya dalam bentuk kesenian adat, namun juga olahan makanan atau kulinernya. Banyak dari kuliner Indonesia yang berupa jajanan tradisional ini. Tidak hanya enak, namun aneka jajanan berikut juga inovatif, kreatif serta kaya akan nilai budaya. Jajanan ini sendiri bisa kita dapatkan di pasar-pasar tradisional. Banyak juga dari aneka jajanan ini yang bisa kita buat sendiri di rumah. Ini terutama karena resepnya yang sederhana serta bisa dibuat dengan mudah.

Jajanan Pasar

Berikut adalah beberapa jenis jajanan tradisional yang bisa kita dapatkan di pasar ataupun dibuat sendiri di rumah.

1. Pertama ada getuk. Makanan ini berasal dari Jawa dan terbuat dari bahan dasar singkong rebus yang telah dihaluskan. Getuk biasanya akan diberi tambahan pewarna makanan agar tampak semakin cantik dan mengunggah selera. Sajian getuk biasanya akan dilengkapi taburan kelapa parut.

2. Berikutnya ada klepon. Makanan satu ini terkenal akan rasanya yang manis karena berisi gula jawa cair. Terbuat dari tepung beras ketan, klepon akan dibentuk bola-bola kecil lalu diisi gula merah, kemudian dimasak dengan cara direbus di dalam air mendidih. Penyajian klepon juga akan diberi taburan parutan kelapa. Di pasar tradisional, klepon akan dijual dengan bungkus daun pisang.

3. Ada lagi jajanan pasar yang tidak kalah terkenal yaitu onde-onde. Kue satu ini terbuat dari tepung terigu yang dibentuk bulat dan diisi kacang hijau manis atau kacang tanah. Bagian luarnya akan penuh taburan biji wijen. Makanan satu ini terutama memiliki rasa gurih sehingga banyak peminatnya.

4. Kue lapis menjadi jajanan pasar berikutnya yang bisa dengan mudah ditemukan di pasar tradisional. Kue ini umumnya akan terdiri dari aneka warna yang berlapis-lapis. Kue lapis terbuat dari bahan utama tepung beras, santan, tepung kanji, gula pasir, garam serta pewarna makanan. Kue ini dibuat dengan cara dikukus dan banyak ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Pewarna yang digunakan adalah pandan untuk warna hijau serta bunga mawar untuk warna merah sehingga masih terbilang alami.

5. Lemper adalah jajanan khas Jawa yang hingga kini masih lestari dan mudah ditemukan. Citarasa gurih kerap ditemukan dalam aneka acara adat Jawa. Lemper terbuat dari ketan yang dimasak menggunakan santan. Kedua bahan inilah yang membuat citarasanya begitu gurih. Lemper biasanya akan diisi abon ataupun daging ayam cincang serta dibungkus daun pisang.

6. Berikutnya ada jajanan mendut. Kue satu ini memiliki tekstur yang kenyal mirip agar-agar. Kue mendut termasuk dalam kue basah khas dari Jawa. Rasanya enak dan umumnya akan diberi pewarna hijau serta dibungkus menggunakan daun pisang.

7. Kita pasti tidak asing lagi dengan jajanan tradisional bernama dodol. Camilan satu ini memiliki rasa manis dan teksturnya empuk serta agak lengket. Dodol terbuat dari santan, tepung beras, gula merah dan gula pasir. Beberapa varian dodol yang lebih modern umumnya akan diberi perasa buah-buahan seperti apel, nangka, sirsak hingga durian. Makanan khas ini berasal dari Jakarta.

8. Peyek atau rempeyek ialah jajanan tradisional yang kerap digunakan sebagai pelengkap makanan. Jajanan satu ini termasuk dalam kelompok gorengan. Bahan utamanya adalah tepung beras yang telah dicampur air sehingga membentuk adonan kental. Kemudian adonan akan ditambah bumbu serta diberi bahan pengisi yang menjadi ciri khasnya, seperti kacang tanah, ikan teri ataupun ebi.

9. Jajanan khas Betawi selanjutnya adalah kue kembang goyang. Nama ini berasal dari bentuk jajanan ini yang mirip kelopak bunga serta proses pembuatannya akan digoyang-goyang sehingga adonan dapat terlepas dari cetakan. Bahan utama pembuatannya ialah tepung beras.

10. Terakhir ada wajik atau disebut juga wajik kletik. Disebut wajik karena bentuk dari kue tradisional ini yang seperti belah ketupat. Wajik sendiri akan terbuat dari bahan utama beras ketan yang telah dikukus lalu dimasak dalam campuran santan serta gula. Proses memasak ini menjadikan wajik menjadi berminyak serta terasa lembut. Jenis gula yang umum digunakan adalah gula merah sehingga warna dari wajik akan tampak cokelat muda serta cokelat tua. Kue ini sendiri akan memiliki bau harum karena dalam proses memasaknya akan turut digunakan daun pandan.

Demikian adalah beberapa jajanan tradisional khas Indonesia yang bisa kita temukan di pasar-pasar. Aneka makanan tersebut juga seringkali dibandrol dengan harga murah sehingga kita bisa membelinya dengan mudah. Rasa yang manis serta gurih akan membuat aneka jajanan di atas semakin lezat. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat bagi kita dalam menemukan aneka jajanan tradisional yang menjadi ciri khas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here